Metode Sunat Klamp

smartklamp

Metode Klamp ini sebenarnya punya banyak jenis seperti Gomco, Sunathrone Klamp, Ali’s Klamp, Tara Klamp, dan Smart Klamp. Di Indonesia sendiri, metode Tara Klamp dan Smart Klamp paling banyak digunakan dokter ahli bedah yang biasa menangani sirkumsisi. Sunat smart Klamp diklaim sebagai metode paling aman karena minim perdarahan, tidak memerlukan jahitan, dan pasien boleh mandi. Prosesnya pun relatif cepat dibandingkan metode sunat konvensional maupun electric cauter atau laser.

Teknik Metode Sunat Klamp sudah di rekomendasikan oleh WHO

Berdasarkan studi yang dilakukan pada 2010, metode Klamp terbukti memiliki risiko perdarahan lebih kecil. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa dari 7.500 anak yang disunat menggunakan metode Klamp, total komplikasi akibat metode ini hanya sekitar 2 persen.

Jumlah tersebut tentunya jauh lebih rendah dibanding tingkat komplikasi pada metode sirkumsisi konvensional yang dapat mencapai angka 10 persen. Karena tingkat kegagalan yang rendah itulah, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan Klamp sebagai metode sirkumsisi yang paling aman.

Proses sunat cepat hanya 5-10 menit

Salah satu faktor yang membuat sunat Smart Klamp banyak digemari adalah prosesnya yang relatif singkat. Biasanya, dokter bedah hanya membutuhkan waktu 5-10 menit untuk melakukan sirkumsisi, berbeda dengan teknik sunat konvensional yang dapat memakan waktu hingga 20 menit. Tidak heran jika metode satu ini sering digunakan pada acara sunatan massal.

Proses penyembuhan pasca sunat lebih capat

Selain prosesnya singkat, lama penyembuhan pasca bedah pun bisa lebih singkat, lho. Berbeda dari teknik konvensional, Smart Klamp tidak membutuhkan jahitan. Meski demikian, risiko perdarahannya jauh lebih rendah. Untuk mempercepat proses pemulihan, pasien sunat biasanya diberikan obat atau salep yang digunakan pada area bekas sayatan. Tak jarang pula obat oral pun diberikan untuk mengurangi rasa nyeri.

Tidak Perlu perban

Teknik sunat dengan system Klamp ini merupakan satu-satunya Teknik khitan yang tidak menggunakan perban. Jadi dengan teknik ini sangat cocok bagi anak-anak yang masih mengompol terutama bagi anak anak dan bayi.

Boleh Mandi

Dengan teknik smart klamp, bekas luka di kulit-kulit kulup sudah terlindungi dengan jepitan klampnya, jadi sangat aman meski kena bash. Anak-anak yang habis dikhitan bias bebas melakukan aktifitas mandi bahkan berenang selama alat Klamp terpasang.

Itulah beberapa hal seputar sunat Smart Klamp yang perlu Anda ketahui. Jika Anda tertarik menggunakan metode ini untuk sirkumsisi anak atau orang terdekat, konsultasikan dengan dokter atau praktisi kesehatan terkait agar lebih yakin dan paham akan cara kerjanya. Kalau mau tahu lebih banyak tentang metode sunat yang pas untuk buah hati Anda, kunjungi situs sunatsuper.com

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× How can I help you?